Miom adalah benjolan jinak yang sering muncul di dalam atau sekitar rahim. Benjolan ini terbentuk dari jaringan otot dan serat, dengan ukuran yang bisa sangat kecil hingga sebesar buah grapefruit. Banyak wanita yang tidak merasakan gejala apa pun, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami keluhan seperti menstruasi yang sangat banyak, nyeri haid, rasa tertekan di bagian panggul, atau sering buang air kecil. Gejala-gejala ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kenyamanan hidup.
Miom Rahim (Sumber: Mayo Clinic)
Di Mandaya Royal Hospital Puri, tersedia pilihan pengobatan miom tanpa operasi menggunakan teknologi HIFU. Metode ini memberikan perawatan yang lebih nyaman dan memiliki risiko yang lebih rendah, sehingga menjadi alternatif bagi wanita yang ingin mengatasi miom tanpa menjalani prosedur pembedahan.
Apa itu HIFU?
HIFU, atau High-Intensity Focused Ultrasound, adalah teknik pengobatan non-invasif untuk miom. Teknologi ini memfokuskan gelombang ultrasound berintensitas tinggi dari luar tubuh langsung ke jaringan miom di dalam rahim. Pada titik fokus tersebut, suhu tinggi terbentuk sehingga mampu menghancurkan sel-sel miom tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Dengan cara ini, HIFU memungkinkan ablasi miom secara non-invasif.
Prinsip kerja teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) adalah menghasilkan suhu tinggi pada titik fokus dalam jaringan target menggunakan gelombang ultrasound terarah, sehingga mencapai temperatur yang menyebabkan nekrosis koagulatif. Teknologi ini menghancurkan jaringan tumor secara presisi tanpa menimbulkan kerusakan pada jaringan normal di sekitarnya. Proses ini melibatkan teknik pemetaan dan pemfokusan energi ultrasound dengan tingkat presisi tinggi, menjadikan HIFU sebagai metode pengobatan non-invasif yang cocok untuk kondisi non-kanker seperti miom.
Cara kerja HIFU dalam menangani miom
Berikut ini adalah cara kerja HIFU:
1. Fokus ultrasound
HIFU menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang difokuskan pada jaringan target di dalam tubuh, seperti miom, sehingga menghasilkan getaran energi yang sangat terkonsentrasi pada area kecil.
2. Pembentukan panas
Ketika gelombang ultrasound mencapai jaringan target, energi tersebut berubah menjadi panas, meningkatkan suhu di area tersebut. Hal ini menciptakan titik fokus bersuhu tinggi di dalam jaringan miom.
3. Penghancuran sel
Suhu tinggi menyebabkan kerusakan pada sel-sel miom dan memicu nekrosis koagulatif. Proses yang dikenal sebagai koagulasi termal ini menghancurkan struktur sel miom secara efektif.
4. Perlindungan jaringan sekitar
Teknologi HIFU memungkinkan kontrol presisi terhadap area fokus, sehingga hanya jaringan target yang terpengaruh, sementara jaringan sehat di sekitarnya tetap aman dan tidak mengalami kerusakan.
5. Penyerapan alami
Sel miom yang telah rusak akan diserap dan dieliminasi secara alami oleh tubuh, sehingga ukuran miom berangsur-angsur mengecil seiring waktu.










